Metode Konstruksi Pemasangan HDPE Spiral Pipe

Melanjutkan artikel perihal HDPE Spiral Pipe yang pernah ditulis sebelumnya, pada kali ini akan dibahas bagaimana metode konstruksi pemasangan HDPE Spiral Pipe di lapangan.

Pada pembahasan ini akan dijelaskan dari awal persiapan, pemasangan dan penimbunan HDPE Spiral Pipe tersebut.

Langka awal yang perlu dipersiapkan antara lain:

Galian Tanah

  • Galian tanah harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga struktur Wingwall dan Spiral Pipe dapat dibangun pada lokasi dan elevasi yang ditunjukkan gambar rencana.
  • Lubang galian dibuat lurus dan sesuai dengan ukuran dalam gambar rencana.

Landasan

Kondisi lapisan tanah sebagai landasan spiral pipe sangat memegang peranan yang penting terhadap kestabilan pipa, pastikan bahwa pendukung dan penyaluran beban sepanjang pipa benar-benar merata. Lapisan tanah pada dasar galian harus dipadatkan dengan menggunakan pemadat/stamper, dan harus bebas dari bongkahan batuan dan benda tajam lainnya yang dapat merusak material pipa

Jika dasar galian berupa tanah lunak dan kurang stabil maka perlu adanya perkuatan agar tidak terjadi penurunan struktur, diantaranya :

Cerucuk

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan cerucuk sebagai perkuatan tanah :

  • Jumlah dan jarak cerucuk kayu dikerjakan sesuai dengan gambar rencana
  • Cerucuk kayu terbuat dari kayu keras dengan diameter 120 mm, kayu yang digunakan adalah kayu dengan kualitas baik dan keras yang terdapat pada lokasi sekitar proyek.
  • Cerucuk kayu harus dipancang sampai menemui lapisan tanah keras.
Pemancangan Cerucuk Kayu

Tanah Urug

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi pada pengurugan tanah :

  • Apabila ditemukan mata air, lubang tersebut haruslah dikuras sehingga pada saat pipa dipasang lubang relatif kering.
  • Landasan berupa tanah urug setebal 200 mm yang sudah dipadatkan dengan menggunakan stamper.
Urugan Tanah Tebal 20 cm sebagai Landasan
  • Tebal urugan pada gambar rencana menunjukkan tebal urugan tanah setelah pemadatan sesuai spesifikasi.
  • Dipastikan lokasi landasan sudah tidak terdapat benda-benda tajam seperti bekas akar pohon, batu-batuan dan benda lainnya yang dapat berpotensi merusak badan pipa.

Geotextile

Geotextile yang digunakan adalah type Non Woven GT 400, dipasang diatas tanah urug yang sudah dipadatkan. Pemakaian geotekstil ini lebih diutamakan pada tanah gambut. Pada gambar dibawah dikarenakan dalam kesulitan penyediaan geotekstil di lokasi dan pipa harus segera dipasang maka diganti dengan terpal tenda.

Terpal sebagai pengganti geotekstil

Fungsi geotekstil ini sebagai stabilisasi tanah dan memisahkan antara tanah gambut dengan urugan tanah kering.

Timbunan Tanah (Initial Backfill)

Timbunan tahap pertama menggunakan sirtu atau tanah laterit yang kemudian dipadatkan menggunakan stamper tepat diatas geotextile (apabila menggunakan geotextile) dan sudah sesuai pemasangan pipa terhadap gambar rencana. Timbunan tahap pertama ini dilakukan untuk mengatur level dari perletakan spiral pipe, sehingga tebal timbunan harus disesuaikan dengan elevasi dasar/perletakan spiral pipe yang akan dipasang.

Posisi Timbunan Awal setebal 20-40 cm (dipadatkan)

Setelah timbunan pertama sebagai landasan awal maka pipa HDPE diturunkan menggunakan crane/excavator dan ditali menggunakan tali tambang atau tali lainnya yang tidak merusak badan pipa.

Sketsa perletakkan pipa diatas landasan awal / timbunan awal
Cara menurunkan pipa HDPE Spiral Pipe

Apabila pipa sudah ditempatkan sesuai posisi as-jalan dan as-parit, jarak antara dinding pipa dengan dinding galian yaitu 50-100 cm setelah semua posisi pipa tidak ada perubahan maka segera dilakukan penimbunan tahap-2 sebagai pengunci badan pipa tidak bergerak.

Sketsa Penimbunan Tahap-2 sebagai Pengunci Pipa
Penimbunan Tahap-2 setebal 20-40 cm (dipadatkan)

Timbunan tahap-3 sebagai penutup badan pipa sebelum timbunan akhir. Ketebalan tanah timbunan ini setebal 20-40 cm (dipadatkan).

Sketsa Timbunan Tahap-3
Aktual lapangan timbunan tahap-3

Paling terakhir yaitu timbunan tahap-4 setebal 70 – 100 cm dipadatkan. Fungsi dari ketebalan 70-100 cm ini sebagai penyebaran distrbusi beban yang ditimbulkan oleh roda kendaraan seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Distribusi beban pada lapisan timbunan HDPE Spiral Pipe
Sketsa timbunan ke-4 sebagai timbunan akhir pada badan pipa
Aktual timbunan akhir pada badan pipa

Sebagai lapis penutup pada timbunan akhir, dapat ditimbun menggunakan sirtu atau tanah laterit.

Hasil akhir timbunan
Setelah selesai diperlukan pemeriksaan kelendutan pada badan pipa, pada hasil akhir badan pipa melendut sebesar 2 mm (masih batas toleransi), sebagai informasi bahwa HDPE Spiral Pipe yang digunakan berdiameter 100 cm.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua..share artikel ini apabila bermanfaat..

Silakan klik video ini untuk tutorial lengkap pemasangan HDPE Spiral Pipe

ingin download pictorial versi PDF silakan klik link ini

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Apabila bermanfaat, bagikan artikel ini