Apa itu IMB?

Tahukah Anda bagaimana mengurus Izin Mendirikan Bangunan atau yang disingkat dengan IMB? Dan apa saja manfaat yang diperoleh dari IMB?  Sebelum membahas apa saja syarat-syarat mengurus IMB maka kita harus tahu manfaat keberadaan IMB selain mendapatkan payung hukum,  IMB dapat meningkatkan nilai jual rumah dan mempermudah dalam proses transaksi jual-beli atau dalam segi sewa menyewa rumah, selain itu dapat sebagai syarat ketikan akan mengajukan kredit ke Bank.

Dengan dasar hukum IMB pada Pasal 7 dan 8 Undang-undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Dijelaskan dalam Pasal 7, sebuah gedung harus memenuhi syarat administrasi dan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Syarat administratif tersebut termasuk izin mendirikan bangunan.

Pasal 8 juga menjelaskan setiap bangunan gedung harus memenuhi syarat administratif termasuk izin mendirikan bangunan gedung.

Selain peraturan tersebut, terdapat juga aturan lain, yaitu Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang banyak membahas aturan tentang mendirikan bangunan. Dasar hukum lainnya, yaitu Peraturan Presiden RI No. 36 Tahun 2005, yang mengatur tentang persyaratan gedung. Selain aturan-aturan tersebut, masih ada aturan dari masing-masing daerah yang berkaitan dengan IMB.

Pada postingan artikel di website ini akan dibahas yaitu IMB untuk mengurus tempat tinggal dan ditulis berdasarkan pengalaman dengan klien dalam hal mengurus IMB.

Berkas apa saja yang menjadi syarat mengurus IMB untuk rumah tinggal?

Saat kita akan mengurus IMB rumah tinggal maka diperlukan berbagai macam dokumen sebagai persyaratan.  Dalam artikel ini kita akan berbagi perihal dokumen apa saja yang diperlukan untuk wilayah Jakarta berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 129 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemberian Pelayanan di Bidang Perizinan Bangunan, persyaratan permohonan IMB adalah sebagai berikut :

-Fotokopi KTP

-Fotokopi NPWP

-Fotokopi surat bukti kepemilikan tanah

-Surat pernyataan bermaterai, berisi pernyataan bahwa tanah tidak dalam sengketa

-Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebanyak 5 set

-Gambar rancangan arsitektur bangunan gedung dengan tanda tangan arsitek yang memiliki IPTB sebanyak 5 set,

Persyaratan lain untuk bangunan dengan kriteria tertentu :

-Fotokopi SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) untuk lahan dengan luas lebih dari 5.000 m2 atau yang dipersyaratkan

-Rencana struktur bangunan gedung beserta lampiran hasil penyelidikan tanah dengan tanda tangan perencana struktur yang memiliki IPTB (Ijin Pelaku Teknis Bangunan) bagi yang dipersyaratkan sebanyak 3 set

-Gambar rencana dan perhitungan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung dengan tanda tangan perencana mekanikal dan elektrikal yang memiliki IPTB

-Surat penunjukan penanggung jawab perencana arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal bangunan gedung dari pemilik bangunan

-Softcopy rancangan arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal bangunan gedung

-Fotokopi IPTB penanggung jawab perencana arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal bangunan gedung

Langkah-langkah ajukan IMB untuk rumah tinggal

Berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan:

  • Siapkan dokumen persyaratan
  • Untuk rumah dengan ukuran di bawah 500 m2, datang langsung ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan dengan membawa dokumen persyaratan, jika dokumen sudah lengkap maka prosesnya akan lebih cepat
  • Jika belum memiliki dokumen teknis seperti gambar arsitektur bangunan, petugas akan membantu dengan mendatangi rumah
  • Pemeriksaan dan evaluasi dokumen oleh pemerintah daerah selama 7 – 14 hari kerja
  • Membayar retribusi IMB
  • Menyerahkan bukti pembayaran retribusi IMB ke pemerintah daerah
  • Pemerintah daerah akan mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan sekitar 7 hari sejak tanda bukti pembayaran diterima

Tiga perbedaan tujuan ketika mengurus izin bangunan

Ada beberapa 3 (tiga) perbedaan tujuan saat mengurus izin bangunan.  Tiga perbedaan tersebut yaitu rumah lama, rumah baru dan kebutuhan untuk renovasi sebuah bangnan.  Berikut ketentuannya:

1. IMB untuk bangunan baru yang akan berdiri

Apabila ingin membangun rumah baru atau mendirikan bangunan baru, pembangunan dapat dikerjakan setelah IMB terbit. Supaya tidak terkena sanksi, fotokopi IMBA atau papan kuning (spanduk kuning) IMB harus terpasang di lokasi pembangunan.  Pembangunan harus berjalan sesuai dengan izin yang diterbitkan dan apabila tidak sesuai dengan IMB yang diterbitkan atau ada perubahan maka diperlukan pengajuan izin perubahan atau penambahan.

2. IMB untuk bangunan lama

Untuk rumah lama tetap harus memiliki IMB dan persyaratan untuk rumah lama sedikit berbeda tergantung daerah masing-masing.

3. IMB untuk renovasi rumah

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak hanya untuk pembangunan atau bangunan lama saja. Renovasi rumah juga memerlukan izin ini, seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010.

Tidak semua bentuk renovasi rumah harus menggunakan IMB baru, yang dimaksud dalam renovasi ini meliputi merubah denah rumah seperti menambah kamar, membuat bangunan baru dan membongkar dinding.  Untuk pengecatan atau merubah penutup atap masih dalam kategori renovasi kecil.

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Apabila bermanfaat, bagikan artikel ini